Rabu, 31 Juli 2013

satuan acara penyuluhan tentang ISPA



SATUAN ACARA PENYULUHAN

POKOK BAHASAN            : Penyuluhan tentang ISPA
SUB POKOK BAHASAN   : Pencegahan ISPA pada anak di Puskesmas Pauh
HARI / TANGGAL              : Senin/ 24 juni 2013
WAKTU                                : 35 menit
TEMPAT                               : Puskesmas Pauh, Pasar Baru Pauh
SASARAN                             : Anak - anak
A.    LATAR BELAKANG
Suatu penyakit dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali penyakit ISPA pada anak. Sebagai orang tua, tentu bijak untuk selalu bersikap tanggap dan antisipatif ketika gejala-gejala penyakit ISPA  pada anak sudah mulai kelihatan seperti demam, batuk, ingus, dan bersin-bersin
Sudah beberapa minggu kami berada di puskesmas pauh banyak  orang tua membawa anak mereka ke puskesmas dengan keluhan seperti demam, batuk, ingus, dan bersin-bersin. Jika dihitung pada bulan mei diagnosa ISPA yang terdapat pada anak sebanyak 90 orang di puskesmas pauh ini. Tentunya penyakit  ISPA pada anak dapat berakibat buruk terhadap organ tubuh yang lain, karena masih rentan terhadap serangan penyakit. Beberapa dampak serius yang bisa ditimbulkan dari serangan penyakit ini dapat berupa adanya gangguan proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
B.     TUJUAN
1.      Tujuan Instruksional umum
Di harapkan pasien di puskesmas pauh dapat mengerti dan memahami tentang penyakit ISPA.
2.      Tujuan instruksional khusus
Di warga pauh mampu:
a.       Menjelaskan pengertian ISPA dengan benar
b.      Mengetahui penyebab dari ISPA pada anak
c.       Mengetahui tanda dan gejala penyakit ISPA pada anak
d.      Mengetahui cara penularan penyakit ISPA pada anak
e.       Mengetahui cara pencegahan penyakit ISPA pada anak
f.       Mengetahui dampak/bahaya penyakit ISPA pada anak
C.    SUMBER
1.      Alimul hidayat.A azis. Pengantar ilmu keperawatan anak buku 1. penerbit salemba medika. jakarta . 2008 cetakan 3
2.      Suriadi, Dkk. Asuhan keperawatan pada anak edisi III. Penerbit percetakan penebar swadaya. Jakarta. 2007.

D.    METODE
1.      Ceramah
2.      Diskusi
3.      Tanya jawab

E.     MATERI
1.      Pengertian ISPA pada anak
2.      Penyebab ISPA pada anak
3.      Tanda dan gejala ISPA pada anak
4.      Cara penularan ISPA pada anak
5.      Cara pencegahan ISPA pada anak
6.      Dampak ISPA pada anak
7.      Cara perawatan dan pengobatan ISPA pada anak

F.     PELAKSANAAN
No
TAHAP
WAKTU
KEGIATAN PETUGAS PENYULUHAN
KEGIATAN SASARAN DIDIK
1.       
Pembukaan
5 menit
·         Memberikan salam
·         Memperkenalkan diri
·         Menjelaskan maksud dan tujuan
·         Melakukan kontrak waktu
·         Memberikan protes/pendahuluan
o   Menjawab salam
o   Memperhatikan dan menyimak
o   Menjawab pertanyaan
2.       
Isi
15 menit
·         Menjelaskan pengertian ISPA pada anak
·         Menjelaskan penyebab ISPA pada anak
·         Menjelaskan tanda dan gejala ISPA pada anak
·         Menjelaskan cara penularan penyakit ISPA pada anak
·         Menjelaskan cara mencegah penyakit ISPA pada anak
·         Menjelaskan dampak ISPA pada anak
·         Menjelaskan cara perawatan dean pengobatan ISPA pada anak
o   Memperhatikan dan mendengar dengan seksama
3.       
Evaluasi
10 menit
·         Melakukan tanya jawab
·         Menanyakan kembali
o   Partisipasi aktif
4.       
Penutup
5 menit
·         Meminta dan memperbaiki kesan dan pesan
·         Kontrak pertemuan berikutnya
o   Memberikan kesan dan pesan
o   Menjawab salam

G.    MEDIA
1.      Leaflet
2.      Materi yang didemonstrasikan melalui infokus

H.    PENGORGANISASIAN
Ø  Pembimbing Akademik               :           Gina mutia S. Si.T
Ø  Pembimbing Klinik (CI)              :           emil
Ø  Pelaksana
·         Moderator                        :           Rossy mustika ananda putri
·         Penyaji                             :           Sherly mai harianti
·         Observer                           :           Rinanda dwi yoriska
·         Fasilitator                         :
1.      Rike fardila
2.      Risna wahyuni
3.      sartika
Pengorganisasian dan fungsi uraian tugas:
a.       Moderator , berperan sebagai :
·         Membuka acara
·         Memperkenalkan diri dan anggota, pembimbing klinik dan akademik
·         Menyampaikan tujuan dari penyuluhan
·         Menutup acara
b.      Penyaji, berperan sebagai :
·         Membaca isi penyuluhan
·         Memberikan dan menjawab pertanyaan
·         Menyimpulkan hasil penyuluhan
·         Melaksanakan evaluasi
c.       Observer, berperan sebagai :
·         Mengamati jalannya proses kegiatan
·         Membuat laporan hasil penyuluhan
d.      Fasilitator, berperan sebagai :
·         Membuat absensi

I.       KRITERIA EVALUASI
1.      Evaluasi struktur:
·         Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan rencana
·         Tempat, alat, dan media sesuai dengan keperluan
·         Peserta penyuluhan, mahasiswa, dan alat sesuai dengan keperluan
·         Peserta penyuluhan, mahasiswa, dan dosen pembimbing mengikuti acara penyuluhan sesuai dengan setting tempat yang direncanakan
2.      Proses evaluasi
·         Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana
·         75% peserta hadir mengikuti kegiatan penyuluhan
·         Berlangsung dalam hal tanya jawab dan diskusi bersama
3.      Evaluasi hasil :
Setelah penyuluhan diharapkan :
·         75% peserta mampu menyebutkan definisi ISPA pada anak
·         75% peserta mampu menyebutkan penyebab dari ISPA pada anak
·         75% peserta mampu menyebutkan tanda dan gejala jika anak terserang ISPA
·         75% peserta mampu menyebutkan pencegahan agar anak terhindar dari ISPA
·         75% pserta mampu menyebutkan pengobatan dan perawatan untuk anak yang terkena ISPA




J.      SETTING TEMPAT
B
E
A
C, D
C, D
C
F, G
C, D
 












            Keterangan :
            A         : Moderator
            B         : Penyaji
            C         : Audiens/peserta
            D         : Fasilitator
            E          : Observer
            F          : Pemimbing Akademik
            G         : Pemimbing Klinik (CI)


LAMPIRAN MATERI
ISPA PADA ANAK

A.      Definisi ISPA
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu dan banyak  dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat.
ISPA adalah penyakit infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan, hidung, sinus, faring, atau laring trakea, bronchi dan alveoli Kemungkinan yang terjadi adalah dikarenakan infeksi saluran pernafasan, yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan pernafasan mereka, tidak hanya pada masa tumbuh kembang namun juga dapat berpengaruh hingga dewasa, karena penyakit-penyakit saluran pernapasan pada bayi dan anak-anak mempunyai kemungkinan menyebabkan kecacatan pada masa dewasa dikarenakan virus masuk ke paru dan merusak organ disana dan susah untuk di sembuhkan.
Kesehatan respiratorika ini akan menuntun mereka pada perkembangan yang optimal bersama-sama dengan system imun bayi dan anak-anak. Rentannya anak adalah karena kekebalan tubuhnya belum begitu sempurna layaknya orang dewasa, terlebih lagi pada anak yang memiliki riwayat ISPA pada keluarganya. 
ISPA adalah infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan yaitu organ tubuh yang di mulai dari hidung ke alveoli beserta adneksa (Romelan, 2006). Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada anak di negara berkembang. Pada akhir tahun 2000, ISPA mencapai enam kasus di antara 1000 bayi dan balita. Tahun 2003 kasus kesakitan balita akibat ISPA sebanyak lima dari 1000 balita (Oktaviani, 2009). Setiap anak balita diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya dan proporsi kematian yang disebabkan ISPA mencakup 20-30% (Suhandayani, 2007).
ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting bagi bayi dan anak. Fakta yang ditemukan tentang penyakit ISPA pada anak adalah: 
1.      Menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. 
2.      40 % - 60 % dari kunjungan di Puskesmas adalah oleh penyakit ISPA. 
3.      Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20 - 30 %. 
4.      Kematian yang terbesar umumnya adalah karena pneumonia dan pada bayi berumur kurang dari 2 bulan. 

B.       KLASIFIKASI PENYAKIT ISPA
ISPA secara kelompok besar dapat di klasifikasikan menjadi :
1.      Pneumonia berat, secara klinis ditandai oleh batuk pilek, demam, dan sesak napas berat.
2.      Pneumonia ringan ditandai oleh batuk pilek, demam, dan sesak napas.
3.      Bukan pneumonia, secara klinis ditandai oleh batuk dan atau pilek bisa disertai demam, tanpa sesak napas/napas cepat.
Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Tanda-tanda dan gejala pneumonia adalah batuk yang di sertai kesukaran bernafas seperti sesak nafas cepat dan atau tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam.
Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia. Etiologi dai sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas ini ialah virus dan tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Faringitis oleh kuman streptococcus jarang ditemukan pada balita. Bila ditemukan harus diobati dengan antibiotik penisilin, semua radang telinga akut harus mendapat antibiotik.

C.      PENYEBAB TIMBULNYA ISPA PADA ANAK
Sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas disebabkan oleh virus dan pada umumnya tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Penyebab ISPA paling berat disebabkan infeksi Streptococus pneumonia atau Haemophillus influenzae. Banyak kematian yang diakibatkan oleh pneumonia terjadi di rumah, diantaranya setelah mengalami sakit selama beberapa hari. Program pemberantasan ISPA secara khusus telah dimulai sejak tahun 1984, dengan tujuan berupaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian khususnya pada bayi dan anak balita yang disebabkan oleh ISPA
Infeksi saluran pernafasan adalah suatu penyakit yang mempunyai angka kejadian yang cukup tinggi. Penyebab dari penyakit ini adalah infeksi agent/ kuman. Disamping itu terdapat beberapa faktor yang turut mempengaruhi yaitu; usia dari bayi/ neonatus, daya tahan tubuh anak tersebut terhadap penyakit serta keadaan cuaca.
Agen infeksi adalah virus atau kuman yang merupakan penyebab dari terjadinya infeksi saluran pernafasan. Ada beberapa jenis kuman yang merupakan penyebab utama yakni golongan A -hemolityc streptococus, staphylococus, haemophylus influenzae,b clamydia trachomatis, mycoplasma dan pneumokokus.
Usia bayi atau neonatus, pada anak yang mendapatkan air susu ibu angka kejadian pada usia dibawah 3 bulan rendah karena mendapatkan imunitas dari air susu ibu.
Ukuran dari lebar penampang dari saluran pernafasan turut berpengaruh didalam derajat keparahan penyakit. Karena dengan lobang yang semakin sempit maka dengan adanya edematosa maka akan tertutup secara keseluruhan dari jalan nafas.
Kondisi klinis secara umum turut berpengaruh dalam proses terjadinya infeksi antara lain malnutrisi, anemia, kelelahan. Keadaan yang terjadi secara langsung mempengaruhi saluran pernafasan yaitu alergi, asthma serta kongesti paru. Infeksi saluran pernafasan biasanya terjadi pada saat terjadi perubahan musim, tetapi juga biasa terjadi pada musim dingin.

D.      TANDA –TANDA DAN GEJALA PENYAKIT ISPA
Biasanya tanda-tanda infeksi pernapasan atas di mulai dengan adanya keluhan dan gejala ringan, tapi dapat berangsur – angsur menjadi semakin parah dan bisa menyebabkan kegagalan pernafasan dan bahkan meninggal dunia. Sebaiknya penderita yang masih mengalami gejala ringan segera di tangani karena bila terlambat bisa menyebabkan kematian akibat sulitnya penanganan.
Penyakit ini biasanya dimanifestasikan dalam bentuk adanya demam, adanya obstruksi hidung dengan sekret yang encer sampai dengan membuntu saluran pernafasan, bayi menjadi gelisah dan susah atau bahkan sama sekali tidak mau minum.
tanda dan gejala yang muncul ialah:
1.      Demam, pada neonatus mungkin jarang terjadi tetapi gejala demam muncul jika anak sudah mencaapai usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Seringkali demam muncul sebagai tanda pertama terjadinya infeksi. Suhu tubuh bisa mencapai 39,5OC-40,5OC.
2.      Meningismus, adalah tanda meningeal tanpa adanya infeksi pada meningens, biasanya terjadi selama periodik bayi mengalami panas, gejalanya adalah nyeri kepala, kaku dan nyeri pada punggung serta kuduk, terdapatnya tanda kernig dan brudzinski.
3.      Anorexia, biasa terjadi pada semua bayi yang mengalami sakit. Bayi akan menjadi susah minum dan bhkan tidak mau minum.
4.      Vomiting, biasanya muncul dalam periode sesaat tetapi juga bisa selama bayi tersebut mengalami sakit.
5.      Diare (mild transient diare), seringkali terjadi mengiringi infeksi saluran pernafasan akibat infeksi virus.
6.      Abdominal pain, nyeri pada abdomen mungkin disebabkan karena adanya lymphadenitis mesenteric.
7.      Sumbatan pada jalan nafas/ Nasal, pada saluran nafas yang sempit akan lebih mudah tersumbat oleh karena banyaknya sekret.
8.      Batuk, merupakan tanda umum dari tejadinya infeksi saluran pernafasan, mungkin tanda ini merupakan tanda akut dari terjadinya infeksi saluran pernafasan.
9.      Suara nafas, biasa terdapat wheezing, stridor, crackless, dan tidak terdapatnya suara pernafasan.
Tanda – tanda ISPA dapat di lihat dari tanda klinis dan tanda laboratoris
Tanda klinis ISPA :
1.      Pada sistem respiratorik : takipneu, napas tidak teratur (apnea), retraksi dinding torax, cyanosis, suara napas lemah atau hilang, dan wheezing.
2.      Pada sistem cardial : takikardi, bradikardi, hipertensi, dan hipotensi.
3.      Pada sistem cerebral : gelisah, mudah terangsang, sakit kepala, bingung, dan kejang.
4.      Pada hal umum : letih dan berkeringat banyak.
Tanda laboratoris ISPA
1.      Hypoxemia
2.      Hypercapnia
Tanda pada anak umur 2 bulan – 5 tahun :
1.      Tidak bisa minum
2.      Kejang
3.      Kesadaran menurun
4.      Stridor
5.      Gizi buruk
Tanda bayi umur kurang dari 2 bulan :
1.      Kejang
2.      Kesadaran menurun
3.      Stridor 
4.      Wheezing
5.      Demam dan dingin
Bila mendapati penderita ISPA, sebaiknya segera di tangani tenaga medis seperti puskesmas dan dokter. Namun bila belum dapat menghubungi tenaga medis, ada baiknya dirawat sendiri terlebih dahulu.
E.       CARA PENULARAN ISPA
Penularan ISPA biasanya melalui medium kontak langsung seperti air ludah, darah, bersin, udara pernafasan. Karena itu penderita penyakit infeksi saluran pernafasan atas diharuskan untuk memakai masker untuk menghindari penularan lebih lanjut kepada orang lain.

F.       CARA PENCEGAHAN ISPA
Pencegahan infeksi saluran pernafasan atas dapat dilakukan sendiri dengan :
1.      Menjaga keadaan gizi anda dan keluarga agar tetap baik. Memberikan ASI eksklusif pada bayi anda.
2.      Menjaga pola hidup bersih dan sehat, istirahat/tidur yang cukup dan olah raga teratur.
3.      Membiasakan cuci tangan teratur menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer terutama setelah kontak dengan penderita ISPA. Ajarkan pada anak untuk rajin cuci tangan untuk mencegah ISPA dan penyakit infeksi lainnya.
4.      Melakukan imunisasi pada anak anda. Imunisasi yang dapat mencegah ISPA diantaranya imunisasi influenza, imunisasi DPT-Hib /DaPT-Hib, dan imunisasi PCV.
5.      Hindari kontak yang terlalu dekat dengan penderita ISPA.
6.      Hindari menyentuh mulut atau hidung anda setelah kontak dengan flu. Segera cuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer setelah kontak dengan penderita ISPA.
7.      Apabila anda sakit, gunakanlah masker dan rajin cuci tangan agar tidak menulari anak anda atau anggota keluarga lainnya.
8.      Upayakan ventilasi yang cukup dalam ruangan / rumah.

G.      TIPS PERAWATAN PENYAKIT ISPA
Perawatan ini dapat di lakukan sendiri oleh ibu di rumah untuk mengatasi penyakit bayi dan anaknya yang menggalami ISPA.
1.      Mengatasi panas atau demam
Untuk anak – anak umur 2 bulan s/d 5 tahun demam dapat di tangani dengan memberikan obat penurun demam atau kompres.
2.      Mengatasi batuk
Disarankan untuk memberikan obat tradisional yang bisa di buat sendiri, yaitu jeruk nipis ½ sendok teh dicampurkan dengan madu atau kecap ½ sendok teh. Ramuan ini diberikan 3x sehari.
3.      Makanan
Berikan makanan dengan kualitas gizi cukup, sedikit – sedikit tapi di ulangi lebih sering daripada biasanya jika muntah. ASI pada bayi tetap di berikan.
4.      Minuman
Berikan cairan berupa air putih, buah lebih banyak dari biasanya untuk mengencerkan dahak dan menambah cairan bagi yang kekurangan cairan.
5.      Gaya hidup
-          Jangan memakai pakaian atau selimut yang tebal
-          Pada penderita pilek, selalu bersihkan hidung dari ingus. Ini akan mempercepat penyembuhan dan bisa menghindari komplikasi yang mungkin muncul.
-          Usahakan untuk mendapatkan ventilasi yang cukup dan mencegah adanya asap yang dihirup, tidak terkecuali melarang orang tua merokok di sekitar anak.








PENUTUP
A.      KESIMPULAN
Suatu penyakit dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali penyakit ISPA pada anak. Sebagai orang tua, tentu bijak untuk selalu bersikap tanggap dan antisipatif ketika gejala-gejala penyakit ispa pada anak sudah mulai kelihatan seperti demam, batuk, ingus, dan bersin-bersin.
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak infeksi saluran respiratorik, yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan respiratorik mereka, tidak hanya pada masa tumbuh kembang namun juga dapat berpengaruh hingga dewasa, karena penyakit-penyakit saluran pernapasan pada bayi dan anak-anak mempunyai kemungkinan menyebabkan kecacatan pada masa dewasa.
ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting bagi bayi dan anak. Fakta yang ditemukan tentang penyakit ISPA pada anak adalah: 
1.      Menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. 
2.      40 % - 60 % dari kunjungan di Puskesmas adalah oleh penyakit ISPA. 
3.      Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20 - 30 %. 
4.      Kematian yang terbesar umumnya adalah karena pneumonia dan pada bayi berumur kurang dari 2 bulan. 

B.       SARAN
1.      Jika terdapat tanda – tanda penyakit ISPA maka segera periksa ke tempat pelayanan kesehatan atau tenaga kesehatan yang terdekat.
2.      Jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena ISPA atau pergi ke tempat yang penuh dengan debu  maka jangan mendekatinya atau pakai pelindung diri agar tidak tertular



DAFTAR HADIR PESERTA PENYULUHAN

HARI/TANGGAL     : Senin/ 24 juni 2013
TOPIK                        : ISPA Pada Anak
TEMPAT                    : Puskesmas Pauh
NO
NAMA PESERTA
ALAMAT
TANDA TANGAN

























































Tidak ada komentar:

Posting Komentar